Pemikir kencing di meja Birokrat
menciun Bau pesing penghianat
Kaki bumi menjalar menghukum
awam embel-embel Suap
Sana..
Sini.. Sama saja
Jidat-jidat Licin bergaya Einstein
padahal mirip Yngwie Malmsteen
lalu ia menjadi saksi kalian
para pendosa Dunia
di meja pandakwaan
Kita bertanya :
Kenapa Niat baik dianggap hina
Kenapa niat baik berjaga jarak
Niat siapa ?
Pemikir Jujur terkubur
ada yang terhina..
Diperkosa penguasa Tahta
Terluka..
Ditodong senjata,,
Argumantasi di duduki
Pantat-pantat Oknum pejabat
Suap
Terhimpit dalam Pertanyaan :
Maksud baik , untuk diinjak ?
Kita di didik berdasarkan apa ?
Iman ?
Atau mengamini Mereka
pecundang ?
Tokek-tokek nyaring bersendawa
ibarat Orator mahasiswa
memprotes
kebijakan yang tiada kebajikan
Tetapi pertanyaan kita mereda
tentang pemikir-pemikir yang
katanya
mampu membalikan fakta
Dimana ?
Dan esok
Kencing membentuk soda
pesing diteguk kata-kata Janji
Serapah
Sementara pemikir
menjelma siswa TK
Habis,
Terkikis,,
berdiri didepan jerit teraniaya,,
Aby Santika II
BANDUNG,12 JULI 2011
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusYup ! Seperti yg sudah kita bincangkan, sajak ini memang memiliki cita rasa Si Burung Merak.
BalasHapusKritik sosial yg tajam menukik, lompatan bait ke bait luwes gemulai indah, jg penggunaan nama-nama tokoh spt Einstein dan Malmsteen.
Bravo buat aby ! Keep smart writing..