Aku berpuisi
pembicaraan debu
menguntai jalanan
diatas jidat-jidat
penjiarah upeti telanjang kaki
Dialog
rasa dada-dada trotoar
pejalan lenggang
raja penguasa
Aku berpuisi
Orasi kejujuran hati
meski nampak sinis
setajam mata cerulit
Penghujat
Buruh-buruh telungkup,
Petani renta menua
menyembelih lelah
demi tawa sang Tuan tanah
Telah selesai
kita garami tubuh dengan keringat percuma
Memanggang kepala kita
dengan Jilatan terik
demi upeti yang kesana kemari
Aby Santika II
BANDUNG,
14 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar