Senin, 15 Agustus 2011

AKU BERPUISI

Aku berpuisi
pembicaraan debu
menguntai jalanan
diatas jidat-jidat
penjiarah upeti telanjang kaki

Dialog
rasa dada-dada trotoar
pejalan lenggang
raja penguasa

Aku berpuisi
Orasi kejujuran hati
meski nampak sinis
setajam mata cerulit

Penghujat
Buruh-buruh telungkup,
Petani renta menua
menyembelih lelah
demi tawa sang Tuan tanah

Telah selesai
kita garami tubuh dengan keringat percuma
Memanggang kepala kita
dengan Jilatan terik
demi upeti yang kesana kemari



Aby Santika II

BANDUNG,
14 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar