Banjir Saweran receh berpesta kaum atas juga kasta prostitutes
Kami yang kerja upah berhitung nyawa-nyawa
Setidaknya tidak punah dibawah telapak kaki berhamba
Hujan menumbang pohon itu sudah biasa
Walau keramat sesaji tempat berteduh penghuni berilmu tinggi
Untuk rakyat banjir lima tahunan adalah tempat rekreasi
berenang keliling kota sebesar kali
Kami memilih teduh dengan senang hati
walau tangan-tangannya menunggu mati
Para elit gesit seketika berebut tawaran payung bercangkang lebar
Birokrat blingsatan karena celana mulai kedodoran
Setidaknya pilihan bukan hujan yang turun lima tahun sekali
Walau terasa dampak banjir seluruh janji
tapi kami belum mati
Aby Santika II
YOGYAKARTA
261111