Duhai
Pagi bertubuh puisi
tangguhkan kata-kata
pada rindu sekilat waktu
Masih aku
teriksa pesonamu
mengecap sabda
di telapak gigil
Untukmu senja
antara pagi kau pulas
tertidur
Menggunduli hari terkayuh sisir
Duhai
Pagi berwajah rindu
betinaku malu meng-aku rasa
untuk membaptis cinta dipusara
Tetap aku
pekik teka-tekimu
memecah pembuluh otak
memetak sekat rumus
menjarak
Untukmu penggali
hatiku
Adakah kasih dikedalamannya ?
Yang ku pajang diserambi pagi
semenjak senja kemarin
Aby Santika II
BANDUNG,
19 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar