Jumat, 19 Agustus 2011

RINDU PAGIKU

Duhai
Pagi bertubuh puisi
tangguhkan kata-kata
pada rindu sekilat waktu

Masih aku
teriksa pesonamu
mengecap sabda
di telapak gigil

Untukmu senja
antara pagi kau pulas
tertidur
Menggunduli hari terkayuh sisir

Duhai
Pagi berwajah rindu
betinaku malu meng-aku rasa
untuk membaptis cinta dipusara

Tetap aku
pekik teka-tekimu
memecah pembuluh otak
memetak sekat rumus
menjarak

Untukmu penggali
hatiku

Adakah kasih dikedalamannya ?

Yang ku pajang diserambi pagi
semenjak senja kemarin



Aby Santika II

BANDUNG,
19 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar