Coba perhatikan
Sebundar matahari tampan
bentuk kornea jelalatmu
Lihai meliuk-liuk
cerdik menangkap
arah kedatanganku
Untuk kali pertama
rambutmu menggulung hitam
ranting airmata mengkonde ikal
senyumnya
Kepulanganku
bukan sekira kau duga
hingga cemas tersungging
senyum
sembunyi
Jika ini takdirku
maka dekatkanlah
pada jangkau yang hampir
terbuang
Duhai kekasih
Tiang hariku terlalu
rapuh untuk kau panjat
Harapmu tak sekarib
praduga hati
Lalu
Biarlah kusimpan sendiri
sebab tuju datangku
pada diam matahari
Aby Santika II
BANDUNG,
12 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar