Seperti malaikat, aku menunggu kekasih di antara sungkawa
yang tercucur darah, nujum dewa bergerak menuju kesepian,
lalu keikhlasan adalah beliung
yang mengantarkan pada kemabukan seribu kendi tuak
Menari bersama rembulan gerhana seperti nyanyian ibu,
melilit tubuhku yang setengah telanjang, suara-suara tangisan berdentum
- apakah malam adalah pengantar ruh-ruh yang lupa menuju lahat? memaku kemabukanku pada dinding-dinding tanah yang mengapit?
Karena kebenaran seperti siang, yang kemudian lenyap di lidah malam
O sang kalifah, telah kutumpahkan tuak pada secawan puisi, dan darah merah beraroma busuk, mengejar kebenaran bersembunyi pada tuak-tuak yang mulai tumpah
Aku daki takdir itu, karena mimpi telah abadi dalam kutukan dongeng dan sisa kasidah yang peluh,
Lalu ketika mataku mulai terkantuk aku adalah malaikat di antara tubuh yang telanjang
dada yang belukar seperti kubur memanjang dan belum kutemukan kebenaran.
Tak terbantahkan: doa-doa berlari di keheningan malam
Doa antara langit yang bersenggama dengan tuak-tuak
ketika aku tidak bertemu pagi, itu karena aku terlalu mabuk dan mantra-mantra shubuh adalah lagu yang membuai aku jauh kedalam kendi-kendi tuak
Tapi siapa yang peduli?
Aku seperti malaikat, di antara iblis-iblis yang menanti kekasih, dan ketika mulai kutemukan sejengkal kebenaran
aku tak akan memahami, karna aku hanya ingin tuak yang menetes ke dalam tubuhku, tuak malam bersama kerinduan terhadap Tuhan.
Aby Santika
Bandung,
05 April 2012.
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Kamis, 05 April 2012
SAJAK-SAJAK APRIL MOP
/1/ DEMO
Mahasiswa demo di jalan
Anie demo memasak
Bambang makan enak
/2/ PEJABAT
Perampok menjabat.
Membabat uang rakyat.
/3/ SUBSIDI
Minyak di subsidi :
APBN di larikan ke rekening pribadi.
/4/ HARGA BBM
Meski harga minyak di tunda-tunda,
Namun harga diri rakyat tetap terlunta-lunta.
/5/ 1 APRIL 2012
Isu kenaikan harga minyak -
bambang merayakan April mop
/6/ KETUA DEWAN
Bapak hakim, tolong jangan main hakim,
Kepada mahasiswa yang berjuang untuk rakyat.
Aby santika
Bandung,
01 April 2012.
Mahasiswa demo di jalan
Anie demo memasak
Bambang makan enak
/2/ PEJABAT
Perampok menjabat.
Membabat uang rakyat.
/3/ SUBSIDI
Minyak di subsidi :
APBN di larikan ke rekening pribadi.
/4/ HARGA BBM
Meski harga minyak di tunda-tunda,
Namun harga diri rakyat tetap terlunta-lunta.
/5/ 1 APRIL 2012
Isu kenaikan harga minyak -
bambang merayakan April mop
/6/ KETUA DEWAN
Bapak hakim, tolong jangan main hakim,
Kepada mahasiswa yang berjuang untuk rakyat.
Aby santika
Bandung,
01 April 2012.
SONNET RINDU ADINDA
Lemah laun kukuasai duapuluhempat waktu
menyambut perasaan rindu yang kian tunggal
dari puncak mimpi nyanyian mengikuti umpama semesta
di saat-saat getar berlawanan memanggil daku di hati alam
Simpanlah, tentang nada-nada berlarian di kehijauan daun
sepenuhnya batin menunggumu di rinai hujan
kemudian hendak reda tatkala alunan bertiup memercik ke arah rupa untuk disusun melembut melodi ketika langkahmu letih
Karena tubuhmu tempat bunga-bunga kuncup lepas bernyanyi
mencari matahari di relung-relung menghangatkan wajah
menggoyangkan genggaman rindu menyeruak lincah
meresap merdu terlukis dalam pesona senyummu
"nda, semalam saja dekapkan pada hati
sonnet rindu di atas lukisan kudus
melantunkan puisi-puisi berjatuhan menjadi keutuhan janji"
Engkau aku cium pelan-pelan, bukan sekedar mimpi
karena kesabaran senyuman berpeluh di kotamu
pada fijar mata lilin melingkar serupa satu kisah irama hati
menangkap kebenaran cinta sepenuhnya untuk dicari
Simpanlah, satu hari lagi sempat terangkut
rindu membawa lagu-lagu yang kuyup
pada basah air mata menambal doa
agar tak hilang akhirnya sebelum di raih.
Aby santika
Bandung,
01 April 2012.
menyambut perasaan rindu yang kian tunggal
dari puncak mimpi nyanyian mengikuti umpama semesta
di saat-saat getar berlawanan memanggil daku di hati alam
Simpanlah, tentang nada-nada berlarian di kehijauan daun
sepenuhnya batin menunggumu di rinai hujan
kemudian hendak reda tatkala alunan bertiup memercik ke arah rupa untuk disusun melembut melodi ketika langkahmu letih
Karena tubuhmu tempat bunga-bunga kuncup lepas bernyanyi
mencari matahari di relung-relung menghangatkan wajah
menggoyangkan genggaman rindu menyeruak lincah
meresap merdu terlukis dalam pesona senyummu
"nda, semalam saja dekapkan pada hati
sonnet rindu di atas lukisan kudus
melantunkan puisi-puisi berjatuhan menjadi keutuhan janji"
Engkau aku cium pelan-pelan, bukan sekedar mimpi
karena kesabaran senyuman berpeluh di kotamu
pada fijar mata lilin melingkar serupa satu kisah irama hati
menangkap kebenaran cinta sepenuhnya untuk dicari
Simpanlah, satu hari lagi sempat terangkut
rindu membawa lagu-lagu yang kuyup
pada basah air mata menambal doa
agar tak hilang akhirnya sebelum di raih.
Aby santika
Bandung,
01 April 2012.
UNTUKMU ( ADINDA)
Ketika hanya harap yang tampak di kaki langit
kita jatuh berpandangan dalam berai terpisah
rindu terbeku ke desah hati dan berhenti
bagi mimpi, mencuri nyanyian sebab bisikan alun mendekat
Rangkaian waktu bersendi sebentar musnah
hati rawan masih akrab bersembunyi
di bumi ini harapan berisik mengepung burung-burung walet yang menghitung keyakinan begitu jujurnya
Adinda,
Siapakah perjaka yang berayun di setiap musim putih?
menyampaikan ketakutan yang menggenggam erat-erat
sempurnalah rindu setiap hari bernaung di tubuhmu
Adinda,
Keyakinan mengenangkan sejalur wajah yang kabur
kemudian tangis merintik masuk ke arahku
dan napas ini adalah tempat burung-burung mengagumi hati
teduh dan nikmat
Maka, kukasihi engkau, jika tiada segala teori
memberi perasaan sampai terbaring setengah sepi
karena kita kelak akan saling bercerita
sambil berkata :
bersama Tuhan datang semua bahagia.
Aby santika
Bandung,
30 Maret 2012.
kita jatuh berpandangan dalam berai terpisah
rindu terbeku ke desah hati dan berhenti
bagi mimpi, mencuri nyanyian sebab bisikan alun mendekat
Rangkaian waktu bersendi sebentar musnah
hati rawan masih akrab bersembunyi
di bumi ini harapan berisik mengepung burung-burung walet yang menghitung keyakinan begitu jujurnya
Adinda,
Siapakah perjaka yang berayun di setiap musim putih?
menyampaikan ketakutan yang menggenggam erat-erat
sempurnalah rindu setiap hari bernaung di tubuhmu
Adinda,
Keyakinan mengenangkan sejalur wajah yang kabur
kemudian tangis merintik masuk ke arahku
dan napas ini adalah tempat burung-burung mengagumi hati
teduh dan nikmat
Maka, kukasihi engkau, jika tiada segala teori
memberi perasaan sampai terbaring setengah sepi
karena kita kelak akan saling bercerita
sambil berkata :
bersama Tuhan datang semua bahagia.
Aby santika
Bandung,
30 Maret 2012.
Langganan:
Postingan (Atom)