Selasa, 09 Agustus 2011

AKU SEMBELIH FEBRUARI SILAM

Aku sembelih jalanan
dan belukar semak menghutan
Demikian aku terlentang
kuda-kuda perawan berlarian

Kendati pagi mengejar hujan
februari silam menyiram
Sebaris jelajah putaran zaman

Aku melahap bundar
matahari dengki

Aku sembelih gemuruh pasir sahara
gundukan bukit kilat
licin berminyak

Seperti jenazah menjasad bulan
dan Februari mati berkafan duka

Selebihnya perjumpaan dibelukar
menyimpan ribuan ranjang yang tak kutiduri utuh

Karena telah ku sembelih muka cacat menggumpal tawa
Juga
Februari sekarat mengukir darah



Aby Santika II

BANDUNG,
09 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar