Aku sembelih jalanan
dan belukar semak menghutan
Demikian aku terlentang
kuda-kuda perawan berlarian
Kendati pagi mengejar hujan
februari silam menyiram
Sebaris jelajah putaran zaman
Aku melahap bundar
matahari dengki
Aku sembelih gemuruh pasir sahara
gundukan bukit kilat
licin berminyak
Seperti jenazah menjasad bulan
dan Februari mati berkafan duka
Selebihnya perjumpaan dibelukar
menyimpan ribuan ranjang yang tak kutiduri utuh
Karena telah ku sembelih muka cacat menggumpal tawa
Juga
Februari sekarat mengukir darah
Aby Santika II
BANDUNG,
09 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar