Tuan maha Anu
besarmu tak sama rata
perhelat dakwa mengadil Anu tak
setara rasa
Kanan melamban ketuban
pecah terkira punggawa layu
Kiri mencaci takdir
tabiat Anu Tuanku
bersendawa merdu
Anu ,
serupa itu ?
Pada janji bisu
berkaki pincang
Aku prosakan perkosaan
karakter mati
dalam diksi ilusi pada ingin-ingin
yang seriuh angin
Agar ejakulasi puisi
membunuh Anu-Anu
yang berkeliar tak bertuan
Aby Santika II
BANDUNG,
30 JULI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar