Jumat, 19 Agustus 2011

AYAH

Ayah
Masih lentang pundak bertingkat
ikat beban berurat darah

Semasa hadap timur matahari
berlari tepat ditengah
hitam dahi terik

Kau masih sebanding
Panglima gagah
berpedang perang
mencari nafkah

Ayah
Meski remuk meredam lelah
Namun Ikhlas masih
berhias diwajahmu

Untuk kami
kau
menumbal diri
demi
menyumpal perut
agar tetap terisi

Ayah
Baktiku masih jauh
membelakangi
dalam harap dan banggamu

Barangkali
keikhlasanmu itulah
yang membuatku
semakin kagum akan
sosokmu Ayah



Aby Santika II

BANDUNG,
18 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar