Ayah
Masih lentang pundak bertingkat
ikat beban berurat darah
Semasa hadap timur matahari
berlari tepat ditengah
hitam dahi terik
Kau masih sebanding
Panglima gagah
berpedang perang
mencari nafkah
Ayah
Meski remuk meredam lelah
Namun Ikhlas masih
berhias diwajahmu
Untuk kami
kau
menumbal diri
demi
menyumpal perut
agar tetap terisi
Ayah
Baktiku masih jauh
membelakangi
dalam harap dan banggamu
Barangkali
keikhlasanmu itulah
yang membuatku
semakin kagum akan
sosokmu Ayah
Aby Santika II
BANDUNG,
18 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar