( the last kiss with coffe )
Sekiranya malam itu khayalku
membentuk cafein
pada nadi-nadi yang kau kecup
diantara gigilnya rangkul angin
pun sayatan ucap tajam
...membelah rambat tiang lampu
meredup
Aku menerjemah isyarat diantara
tubi bibir tipis menyerbu
tiap kata yang
hendak menawan pola
senyummu yang sederhana
tersaji riwayat penaskahan enam
purnama dalam seteguk kopi
paling manis
Antrian tanya berjemaah
dikertas-kertas pikirku :
tentang kecupan lembut melipat
hasrat
diserambi istana tempat rindu
menganak tiri
Sesekali pada tegukan nya kita
bersilang kata dalam cumbuan
umpama digurun sahara terasing
raga melayang nikmat sajian
terakhirnya
Belaian sansekerta
menelanjang candi pendewaan
cinta tentang Stupa-stupa yang
ku curi suci nya
lalu
ku retak arteri pembungkus
pusaka dengan
seteguk kopi bertubuh amunisi
kata
Ada air mata di ceruk retinamu
mengalir menyambangi parit-
parit sesal
mengalir menuju payau rindu lalu
bermuara pada gamang yang
membentuk Samudera cinta
menjelma diseteguk cangkir kopi
pelepas dahaga
salam terakhir kita
Sekali ku jemput titik gairahnya
dimalam yang sama
tak ada perjumpaan de javu
di beranda serambi yang kosong
itu
Kemudian ku tengok
kembali sapu tangan yang
terselip didompetku
baunya tetap sama
: aroma cafein beradu
bercampur sisa kecup wangimu
yang masih membekas utuh
Dan
tak pernah ku singgah
kembali malamnya yang
mengasing ditrotoar depan
rumahmu
Sebab,
manjanya telah kau Akad dibalik
sumpah tangan pangeran
penikmat sisa rinduku
Kemudian
Kini aku berujar :
Telah kau terima nikahnya Dia
dengan Mas kawin
seteguk kopi sisa Kecupan
hangatku
dibayar Tunai .. !!
Aby Santika II
BANDUNG,04 JULI 2011
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Aku suka kelihaian aby bermain kata di puisi ini.
BalasHapusPuisi ini seperti secangkir kopi dan seteguk cinta : manis pahit.
Sedikit catatan soal penulisan 'de javu' mungkin perlu diedit.