Semacam sesak
dada berkabut linang
reguk setengah airmata
lelaki bujang
Duhai
perantau layar alamat
bisik terlalu peka
sayub bernada
tersesat arah bersekat
Kulihat bentuk rindu
tak sebulat bola mata
kira bergaris tangis membuang
pada cermin hati berkaca diri
kepantasan dalam memecah
mencari hati sesunyi
Dada bidang berserambi intai
juga bilik-bilik
mata-mata menawan
diam bisu
Semacam sesak
dengar umpat
melompat-lompat
dari lelaki bujang berkata pasrah
Tentang sesak
yang kian terbahak
Aby Santika II
BANDUNG,
08 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar