Kamis, 04 Agustus 2011

RENUNGAN UNTUKMU (KEKASIH)

Kita dicipta diantara gejolak
ketika api memecah beling
menusuk bara setajam fitnah
saat logika berjauhan
memunggungi
sugesti menjelma belati
menghujam bidang dadaku

Menusuk aku,kamu dan mereka

Dalam sekam tetesan gairah
Idealisme meratap di telapak kaki

Aku masih tegar
tatkala dadu berputar diatas
kepala
Domino meramal hasrat ambisi
para punggawa gagah

Engkau berkata "Tidak"
ketika Aku berjibaku di teror laras
berorasi renyah

Nyayian Antagonis
berkumandang riang
makna menari di pentas anarkis
Setidaknya pandangan kita
selaras
berdialog tentang hidup

Saat ku tangkap keganjilan
di artikulasi kalimatmu :

Cengkramamu tercetus sudut
berlain arah
yang merumus kerangka-
kerangka meja
arogansi misi berlawanan

Beruntunglah Ambisi terkikis
Badai
tersisa butiran darah ditubuhmu

Setidaknya aku masih setia
selayak kekasih
membalut nyeri dengan telapak
tangan tanpa
kau pinta

Karna aku begitu mencintaimu
sebagai penunjuk arah ketika kita
tersamar nista

Kita cipta sebentuk resah
karena realitas mengetuk engkau
dalam menghantam rupiah

Sesungguhnya kita tak perlu
kejayaan
atau pengakuan " Bahwa Aku
ada"

Melainkan keinginan mengumpul
Mozaik
kenangan
Untuk kita susun sebagai
pangingat
di masa Tua



Aby Santika II
BANDUNG,
22 JULI 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar