Kita dicipta diantara gejolak
ketika api memecah beling
menusuk bara setajam fitnah
saat logika berjauhan
memunggungi
sugesti menjelma belati
menghujam bidang dadaku
Menusuk aku,kamu dan mereka
Dalam sekam tetesan gairah
Idealisme meratap di telapak kaki
Aku masih tegar
tatkala dadu berputar diatas
kepala
Domino meramal hasrat ambisi
para punggawa gagah
Engkau berkata "Tidak"
ketika Aku berjibaku di teror laras
berorasi renyah
Nyayian Antagonis
berkumandang riang
makna menari di pentas anarkis
Setidaknya pandangan kita
selaras
berdialog tentang hidup
Saat ku tangkap keganjilan
di artikulasi kalimatmu :
Cengkramamu tercetus sudut
berlain arah
yang merumus kerangka-
kerangka meja
arogansi misi berlawanan
Beruntunglah Ambisi terkikis
Badai
tersisa butiran darah ditubuhmu
Setidaknya aku masih setia
selayak kekasih
membalut nyeri dengan telapak
tangan tanpa
kau pinta
Karna aku begitu mencintaimu
sebagai penunjuk arah ketika kita
tersamar nista
Kita cipta sebentuk resah
karena realitas mengetuk engkau
dalam menghantam rupiah
Sesungguhnya kita tak perlu
kejayaan
atau pengakuan " Bahwa Aku
ada"
Melainkan keinginan mengumpul
Mozaik
kenangan
Untuk kita susun sebagai
pangingat
di masa Tua
Aby Santika II
BANDUNG,
22 JULI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar