Jumat, 08 Agustus 2014

YA NOOH



Di rautmu yang jawa,
air yang diam telah menutup semua jeda
hingga embun yang paling ganas
ditenggelamkan ke dasar samudera
ingatan tak mungkin dijala kembali
ketika senyampang penyangkalan tergenang mengurung pikiran

Di atas air;
adakah gempa yang sealir dari mimikmu?
atau kealpaanmu kueja hingga malam ditidurkan
hujan
seperti ruh yang terkubur ratusan abad,
pada laut yang menangis, lenguhku disandarkan

Dan aku terus berpayung di rautmu
seperti anak hilang, ibu hilang, sejarah hilang
pada rautmu yang jawa
tak sepatah kata dari lisanku yang dibasahkan
ia hanya larut ke laut, kemudian hilang
secara diam-diam

 

Aby Santika

Blitar,
24 Juli 2014