Kulihat rembulan bercermin
diantara malam
bersua andai-andai
kebenaran atau kebohongan
Parit-parit kecil melarikan
air mata yang hendak
menunda perantauan nya
Pada sebuah gelisah
pertanyaanku mengongkang
kaki
mencibir dengki
Adakah malam
memuntahkan bualnya
ketika rembulan mengintograsi
jujur
Kulihat
kaca-kaca menyepi malu
ketika paras rembulan
adalah pesona
tentang idealisme
memarkir rantau airmata
Sementara,
candu kian meneror sebab
kebenarankah atau
bualan semata ?
Aby Santika II
BANDUNG,
11 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar