Kamis, 11 Agustus 2011

JIKA AJALKU SETIBA DEKAT

Jangan gusar sendirimu
biarkan lekat
di jatuhnya waktu

Memisahkan getar
mengepung kengerian

Kerana gagahmu ibarat
Serigala perkasa
meronda malam ,
menjaga searah tiba

Wahai kabar kelelawar liar
betapa sekaratnya ajal

Anjing waktu menyerbu
dekat kematianku

Selebihnya yang kuingini
adalah :

Penopang mutlak ranjang
berminyak wangi
tanpa wajah menggerombol
abadi

Langit terkelupas membelah
ditengah bumi menghunus
bilah belati melilit leher duka

Garis-garis lenggang membunuh
denyut jantungku
demi anak darah melukai
zasad ku

Jika ajalku mewangi
Jangan gusar sendirimu

Lutut-lutut mencium remuk
pasir-pasir merah
menelan air seteguk sesal

Gagahmu turut berlalu
Keganasannya membeku
ratap

Jika ajalku setiba dekat
kegembiraan mereka
menunggu pula
Bagaikan kita




Aby Santika II

BANDUNG,
11 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar