Jangan gusar sendirimu
biarkan lekat
di jatuhnya waktu
Memisahkan getar
mengepung kengerian
Kerana gagahmu ibarat
Serigala perkasa
meronda malam ,
menjaga searah tiba
Wahai kabar kelelawar liar
betapa sekaratnya ajal
Anjing waktu menyerbu
dekat kematianku
Selebihnya yang kuingini
adalah :
Penopang mutlak ranjang
berminyak wangi
tanpa wajah menggerombol
abadi
Langit terkelupas membelah
ditengah bumi menghunus
bilah belati melilit leher duka
Garis-garis lenggang membunuh
denyut jantungku
demi anak darah melukai
zasad ku
Jika ajalku mewangi
Jangan gusar sendirimu
Lutut-lutut mencium remuk
pasir-pasir merah
menelan air seteguk sesal
Gagahmu turut berlalu
Keganasannya membeku
ratap
Jika ajalku setiba dekat
kegembiraan mereka
menunggu pula
Bagaikan kita
Aby Santika II
BANDUNG,
11 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar