Kemarin kita masih mengasing di
peradaban hati
mengais serpihan mimpi, lalu kita
bentuk mozaik
untuk ditafsirkan dalam kitab-
kitab tak ber ayat
Matanya terombang-ambing
melawan di kegelapan
Tertawa-tawa :
mendengkur sepi
hingga bising tak asing, larut di
pesona
malam , mencumbu resah
Sepuluh purnama kurang
setengah
kisah terlampaui ,
hingga waktu melesat ,
menyesat di tengah sadarku
yang kaku
Jantung berdegup lamban ..
Sepuluh purnama kurang
setengah
ku pintal musim-musim dalam
lembaran tangis
lalu rindu-rindu melompat tak
beraturan
....
Hilang raut mu hilang,
membayang sebentuk siluet yang
lenyap
di pertukaran zaman
Kotaku sunyi,,
Dawai-dawai
menggema
letih yang tak menemu lampu
kota redup
Sepuluh purnama kurang
setengah
ku maknai hadirmu yang sekejap
mata mengedip
Lalu..
hilang..
Aby Santika II
BANDUNG,
14 MEI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar