Lelaki sepi,
turut gaduh sembunyi
matamu
binar menyudut redup
sederhana berkaki pincang
Sesekali rebah gerobak tua
bersandar di dinding
kota
dibawah Purnama mulai
merambat
satu persatu membilang keringat
tumpah di dahimu
Malammu mulai berkisah
Cerita kelakar kelelawar
dan sayub orkes melambai di
antara remang
Masihkah kau
Lelaki sepi mengayuh
malam berkawan cemas
Selimut angin mencakar peluh
Lelaki sepi,
Pengais rizki ditumpuk limbah
Rumah kardus istana indah
Untukmu..
Pemulung Ridho
Tuhan
Aby Santika II
BANDUNG,
19 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar