Kamis, 04 Agustus 2011

SAJAK GAYA PEMIKIR

Pemikir kencing di meja Birokrat
menciun Bau pesing penghianat

Kaki bumi menjalar menghukum
awam embel-embel Suap
Sana..
Sini.. Sama saja

Jidat-jidat Licin bergaya Einstein
padahal mirip Yngwie Malmsteen

lalu ia menjadi saksi kalian
para pendosa Dunia
di meja pandakwaan

Kita bertanya :

Kenapa Niat baik dianggap hina
Kenapa niat baik berjaga jarak

Niat siapa ?

Pemikir Jujur terkubur
ada yang terhina..

Diperkosa penguasa Tahta
Terluka..

Ditodong senjata,,
Argumantasi di duduki
Pantat-pantat Oknum pejabat
Suap

Terhimpit dalam Pertanyaan :

Maksud baik , untuk diinjak ?

Kita di didik berdasarkan apa ?
Iman ?

Atau mengamini Mereka
pecundang ?

Tokek-tokek nyaring bersendawa
ibarat Orator mahasiswa
memprotes
kebijakan yang tiada kebajikan

Tetapi pertanyaan kita mereda
tentang pemikir-pemikir yang
katanya
mampu membalikan fakta

Dimana ?

Dan esok
Kencing membentuk soda
pesing diteguk kata-kata Janji
Serapah

Sementara pemikir
menjelma siswa TK

Habis,
Terkikis,,
berdiri didepan jerit teraniaya,,




Aby Santika II
BANDUNG,12 JULI 2011

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Yup ! Seperti yg sudah kita bincangkan, sajak ini memang memiliki cita rasa Si Burung Merak.
    Kritik sosial yg tajam menukik, lompatan bait ke bait luwes gemulai indah, jg penggunaan nama-nama tokoh spt Einstein dan Malmsteen.

    Bravo buat aby ! Keep smart writing..

    BalasHapus