Kamis, 25 Agustus 2011

SENYUM ISAK SENJA

Belum selesaikah kita
menelanjangi senja
pada kulit langit bersama
patahan tulang angin?

Sedang
Serupa kupu-kupu bercermin
pada retak mata air,
disini kita menali

waktu-waktu gusar
diantara malam
Penopangmu
roboh , dalam setia
menjubahi sesal

padahal celah telah
menjenguk sepi kita
di tiap waktunya

Akh..
Entahlah..
Terlanjur ku lacuri ingkarnya
pada jarak
setubuh waktu purba

Lalu,
Akankah kita melepas
senyum-senyum itu ,
di penghujung isak tangis kita ?



Aby Santika II

BANDUNG,
20 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar