Dengarlah ringkih cekung
Awang-awang murung berkabung
Apa yang membuatmu memasung duka ?
Bukankah Lantik Kata "MERDEKA" telah lama
berpesta pora ?
Atau mungkin wibawamu
sudah terlalu tua ?
Setengah Abad lebih
sayapmu mengembang
dada ?
Hingga gembira itu
terselip
diantara bulu-bulumu
yang kian memutih
Juga
senyum bangga itu luntur diantara paruhmu
yang kian ompong
Ringkihmu adalah ratap Pertiwi
yang telah lama menjadi ibu tiri
bagi anak-anaknya sendiri
Awang-awang tempat kau bercengkrama
tak lagi jernih,
hitam pekat bercampur aroma asap limbah arogan
Ranting-ranting pijak
gagahmu tak seumpama elok,
Habis dilindas gergaji-gergaji Tuan Pembajak
Duhai Garudaku Kemarilah ..
Akan ku anyam sedihmu dengan
merah benangnya
Lalu
ku pintal lusuh bulu-bulu mu
dengan putih benangnya
Agar Layar sayap kembali mengembang
Berkumandang gema
membawa kabar pada dunia
Tentang Negeri kita yang masih dilanda lara
Aby santika II
BANDUNG,
17 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar