Selasa, 16 Agustus 2011

RINGKIH SANG GARUDA

Dengarlah ringkih cekung
Awang-awang murung berkabung

Apa yang membuatmu memasung duka ?

Bukankah Lantik Kata "MERDEKA" telah lama
berpesta pora ?

Atau mungkin wibawamu
sudah terlalu tua ?
Setengah Abad lebih
sayapmu mengembang
dada ?

Hingga gembira itu
terselip
diantara bulu-bulumu
yang kian memutih
Juga
senyum bangga itu luntur diantara paruhmu
yang kian ompong

Ringkihmu adalah ratap Pertiwi
yang telah lama menjadi ibu tiri
bagi anak-anaknya sendiri

Awang-awang tempat kau bercengkrama
tak lagi jernih,
hitam pekat bercampur aroma asap limbah arogan

Ranting-ranting pijak
gagahmu tak seumpama elok,
Habis dilindas gergaji-gergaji Tuan Pembajak

Duhai Garudaku Kemarilah ..

Akan ku anyam sedihmu dengan
merah benangnya
Lalu
ku pintal lusuh bulu-bulu mu
dengan putih benangnya

Agar Layar sayap kembali mengembang
Berkumandang gema
membawa kabar pada dunia

Tentang Negeri kita yang masih dilanda lara



Aby santika II

BANDUNG,
17 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar