Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Minggu, 19 Januari 2014
SIHIR KIDUNG KINASIH
Aku menyalami beribu-ribu hati
dari berjuta fatihah yang di baca; selalu saja berkumpar pada alif, alif dan...
kau mengunci segenap salam yang terjatuh
tembangkanlah!! rafalmu dalam nada-nada asmarandana
Duh, kidung kinasih yang kau alunkan
ibarat rumeksa ing wengi syair para wali
aku ingat Kalijaga, lelaki itu bersila di alir
seperti halnya kau menembang dengan sihir
Di antara suaranya, aku menghikmati doa-doa yang mustajab
dengan sekerat pesan lisanmu merafal kidung yang mengalun
Ah, kenapa bibirku masih juga tergagap
haruskah aku menyulut kemenyan sebagai sesaji atas nyeri?
"teruslah bernyanyi" katamu
sebagai penebus salam dari ribuan hati!
Dan, dengan bersalam kepadamu, perlahan...
ku fatihahi lengkung alismu yang mengerling
Ya, fatihahilah tembang ini sebagai pertanda
dan sihir seperti menyengat menancapkan kinasih sebagai peringatan
Aby Santika
Bandung
14 Januari 2014
23:50 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar