Dawai bintang fajar
sesunyi itu sahut damai tanpa nada
Membunuh pembuluh
dengar hingar bisu menggerutu
Pendewasaan pagi beramuba
bintang pengembara
di negeri Asing
Sementara rindu menali jangkau
tentang nama yang tertidur pulas
Aku kah matahari ?
Bertanya pada gerimis
yang sesekali deras memburu
Lalu kau adalah siang
yang melahir rahim bintang tumbuh
Hingga kurecah tangis
diantara dawai
Aby Santika II
BANDUNG,
04 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar