Kamis, 04 Agustus 2011

RINDU DI KAKI MANDALAWANGI

Mandalawangi,
Angkuh membujuk diantara tiang
penyangga langit

seketika lirih memelas pada sapa
raut pucat
selayak Elang menukik diantara
gagah bebatuan

jejak halaman pertama terkucil
diselusur dakian goyah

cerita berawal pada kisah yang
telah punah

bukan prosa yang bersetubuh
dengan imaji

namun,
sekedar mengeja celah rindu
yang terselip di kaki
Mandalawangi

Ada airmata iba pada tulang-
tulang ranting cemara patah

membentuk tinta dari pena alam
yang menggores naskah
tanpa jeda,

ketika paragraf terhenti dalam
bait mati
cengkrama bayu senyap

disaat
penopang rotan
ketika lelahmu bersandar roboh
di sekejap hela
rindu tertinggal

ketika pinus menghunus janji
tercatat di kain langit
Giri Mandalawangi

Adalah
bersaksi
tentang asmara yang terhakimi
takdir




Aby Santika II
BANDUNG, 11 JUNI 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar