Lalu,
Semenjak rindu bersenyawa
ditelunjuk takdir
Sebaris itu pula kegilaanku mengamnesia kan nikmat
akan halusinasi gambar sosokmu
Sedang,
Sadar segaris centi mistar dengan
airmata
Wajah waktu kian keriput
mengakar tanya pada lipatannya
Sempatkah kau titipkan
senyummu diujung
jalan pulangku ?
Dan esok,
Aku masih tersesat
diantara tiga persimpangan
arah
menuju kedamaian lelap
Aby Santika II
BANDUNG,
30 MEI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar