Sabtu, 06 Agustus 2011

TERSESAT ANTARA DAMAI-TAKDIR

Lalu,
Semenjak rindu bersenyawa
ditelunjuk takdir

Sebaris itu pula kegilaanku mengamnesia kan nikmat
akan halusinasi gambar sosokmu

Sedang,
Sadar segaris centi mistar dengan
airmata

Wajah waktu kian keriput
mengakar tanya pada lipatannya

Sempatkah kau titipkan
senyummu diujung
jalan pulangku ?

Dan esok,
Aku masih tersesat
diantara tiga persimpangan
arah
menuju kedamaian lelap



Aby Santika II

BANDUNG,

30 MEI 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar