Detak telah meninggalkan jarum,
waktu yang malang,
kampung seribu penggal, naung
gaduh rindu rekayasa muasal
Berjanji sebatang kara
tanpa ibu merahim ingkar, juga
bapak menimang jawab
Serupa busung kumal
Didusun limbung berucap kekal
masihkah bertapak ?
Nyonya
Aku Lunta setimpal ada
Penghuni gubuk hati di kampung
yang pernah huni rindu
Aku diam
tampar senyum cekung merayu
pada hasrat cemara yang ku sepuh wanginya
Masih ku jaga puing sisa roboh
halaman tahta,
untuk berdawai harum
senandung
Aby Santika II
BANDUNG,
23 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar