Kamis, 25 Agustus 2011

RINDU DI DUSUN KUMAL

Detak telah meninggalkan jarum,
waktu yang malang,
kampung seribu penggal, naung
gaduh rindu rekayasa muasal

Berjanji sebatang kara
tanpa ibu merahim ingkar, juga
bapak menimang jawab

Serupa busung kumal
Didusun limbung berucap kekal
masihkah bertapak ?

Nyonya
Aku Lunta setimpal ada
Penghuni gubuk hati di kampung
yang pernah huni rindu

Aku diam
tampar senyum cekung merayu
pada hasrat cemara yang ku sepuh wanginya

Masih ku jaga puing sisa roboh
halaman tahta,
untuk berdawai harum
senandung




Aby Santika II

BANDUNG,
23 AGUSTUS 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar