Tidak ku tahu, bayang-bayang sepanjang garis jam telah menjelma tugu
langkah bertakik pada tanah ini, tak serupa penujum ketika memuja angin
nyanyian panjang, masihkah terlihat apa yang tertinggal?
waktu tak bisa direka dari perumpamaan pasti
: karena setiap yang bergerak mempunyai hak dalam perjalanannya
Kelak angin menuju timur akan mengarahkan hikmatku seperti amuk kalam
berharap tubuhku rubuh bukan karena sakit, namun ruh ambruk dari kepongahan jalan-jalan asing
mencampakan tubuh dan darah yang kekal
Karena di perjalanan ini, pohon-pohon tak kuasa bergerak oleh rahasiaku terpenjara angin
aku terhuyung sambil menangisi kemaluanku yang penuh darah, mungkin bangkai!!
masihkah ada suara gurauan dari keesaan?
- membaiat kematianku dengan syahadat kelak
O matahari jubahmu adalah wali!
dari cahaya Allah, tasbih menebas iman menuju pengampunan
bak biri-biri sendiri ku merangkak dari sepi melintas rangkaian alif
inikah rahmat yang terkirim dari setitik dzarrah yang tumpah?
Tidak ku tahu, nur turun didekapku membopong hingga pembaringan
menuju timur matahari bermula lahir dalam pencarianku
: Allah, Allah, Allah !!
Aby Santika
Miftahussalam,
14 Desember 2013.
14 Desember 2013.