Senin, 28 November 2011

BANJIR LIMA TAHUNAN

Siapa yang tak tahu janji hujan yang turun lima tahun sekali
Banjir Saweran receh berpesta kaum atas juga kasta prostitutes

Kami yang kerja upah berhitung nyawa-nyawa
Setidaknya tidak punah dibawah telapak kaki berhamba
Hujan menumbang pohon itu sudah biasa
Walau keramat sesaji tempat berteduh penghuni berilmu tinggi

Untuk rakyat banjir lima tahunan adalah tempat rekreasi
berenang keliling kota sebesar kali

Kami memilih teduh dengan senang hati
walau tangan-tangannya menunggu mati

Para elit gesit seketika berebut tawaran payung bercangkang lebar
Birokrat blingsatan karena celana mulai kedodoran

Setidaknya pilihan bukan hujan yang turun lima tahun sekali
Walau terasa dampak banjir seluruh janji
tapi kami belum mati

Aby Santika II

YOGYAKARTA
261111

Tidak ada komentar:

Posting Komentar