Hai ! Mari berlagu nona,
sirih pinang melayang mesra
tetapi tidak berpandang padaku
Entak jempol memeluk riang
daun pasir mengangkat pucuk
telanjang
tetapi bukan kodok menggosok perut
Pesta malam menegak pandan
lahirlah gairah punah meminta
matanya menuju kota luka-luka kenang
Nona berbaris menyusui waktu
jangan dibenci antaranya anak
merangkak
nanti sekali hari jadah punya cinta
Tunjung napsu melepas seluruh
tiap musim serupa awak semata
wayang
sumbangan tulang damaikan rindu
Pulanglah, jika pagi memadu mimpi
untuk mencari, berdandan lagi
Nona-nona belukar suara
tergayut lagu sepanjang
pangkuan.
sirih pinang melayang mesra
tetapi tidak berpandang padaku
Entak jempol memeluk riang
daun pasir mengangkat pucuk
telanjang
tetapi bukan kodok menggosok perut
Pesta malam menegak pandan
lahirlah gairah punah meminta
matanya menuju kota luka-luka kenang
Nona berbaris menyusui waktu
jangan dibenci antaranya anak
merangkak
nanti sekali hari jadah punya cinta
Tunjung napsu melepas seluruh
tiap musim serupa awak semata
wayang
sumbangan tulang damaikan rindu
Pulanglah, jika pagi memadu mimpi
untuk mencari, berdandan lagi
Nona-nona belukar suara
tergayut lagu sepanjang
pangkuan.
Aby Santika
Bandung
06 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar