Melipat jemari langit seusai telapak menjinak
Secangkir kayuh bertenun robek laut rindu
Karena ketika harap bergembala sahara
Wajah serupa menyapa irama bertangan halus
Kemarin angin-angin sempat kugiring membadai ragu
Sebab aku perantara birahi hati
Namun,
menggenggam pula pesona Tuhan
Sedangkan dinding Ka'bah menguras doa-doa
Tak ada sebab ?
Rusuk-rusukku hampir tercuri airmata
Dalam sesal tiada hilang berguna
Sementara penopang kabut bertulang kau semat
Atas Nisan yang kau jelma semegah Bahtera kita bersama
Aby Santika II
Bandung
04 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar