Aku berteduh diatap kembar
seingat hujan menanam benih badai
Ketika kemarin lupaku sempat mengentah
padahal setengah abad lebih serupa sama juangmu dimata
Maaf
aku menali tanggungan takdir
yang berwujud rindu selepas pagi
Sementara padamu kubaringkan mimpi
bermasturbasi diatas ranjang-ranjang tanpa punggung
Kelak
padamu jua malam membunting badai-badai yang kucipta
sampai uban berkarib diputaran kepala
Aby Santika II
Bandung
24 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar