Untuk engkau perempuan
berkutang akar
setumpuk mabuk membelai
kemalu rindu
Sepi membukam malam
serambut bahu
Beranak utuh ditugu seribu
lantai berbaju
Seterang remangkah laron
memaruh waktu?
meski telanjang dada
memacu nafsu sehulu
Menancap madu perjaka
murung
Aku terdiam layu segelas
kopi mengguyur
Untuk engkau perempuan
diam membiru
anganmu meng_aku akan
bisu menandu waktu
Aby Santika II
Yogyakarta
30 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar