Kemarin, lembaran langit seperti bangkai yang bisu dalam tanya hidup
Aku tahu tak sebagian sakit bersampan diujung jari
Kita pernah belajar mengecap asin laut
... : Setidaknya sunyi berkunjung sewaktu bulat purnama merecah
Juga secercah tapak nafas memfosil karat wajahmu
Aku menyulam cahaya lampu-lampu yang meredup lesu kemarin
Sebelum menepi jawab, kita serupa diam dalam sejumput ruang berdinding sakit
; Kita simpan tanya tentang membelah sayap angin yang hendak merangkul aku dan kamu
pun laron-laron yang menjemput binar diantara bola matamu
Kita menunggang sekat kelamin diantara celana matahari
sebelum Isya pamit mendengkur
Tubuhku mendekap disamping patahan doa latah
Antara kemarin merunduk tiba, sebelum mati
Aku tahu tak sebagian sakit bersampan diujung jari
Kita pernah belajar mengecap asin laut
... : Setidaknya sunyi berkunjung sewaktu bulat purnama merecah
Juga secercah tapak nafas memfosil karat wajahmu
Aku menyulam cahaya lampu-lampu yang meredup lesu kemarin
Sebelum menepi jawab, kita serupa diam dalam sejumput ruang berdinding sakit
; Kita simpan tanya tentang membelah sayap angin yang hendak merangkul aku dan kamu
pun laron-laron yang menjemput binar diantara bola matamu
Kita menunggang sekat kelamin diantara celana matahari
sebelum Isya pamit mendengkur
Tubuhku mendekap disamping patahan doa latah
Antara kemarin merunduk tiba, sebelum mati
Aby Santika II
Bandung
15 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar