Sedekat matakah kita
meninggalkan kepala yang berambut tua ?
Sementara kaki belum beranjak
dari bentang tanggalannya
Engkau
Lambai jalang pemutar pikir
Telah kau asinkan mata air yang
ditimba dari sumur tanpa hak
Sebelum ku tembak mati jantungmu menggantung ditapal
kuda telanjang
Akulah Tuan fakir penggugat
kursi bercelana dua
Untukmu
Ku tanam diam dari peluru
berbenih kata
Juga sorot berlaras tanpa kaca
mata
Engkau...
MATILAH ....
Aby Santika II
Bandung
05 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar