Jumat, 18 November 2011

SAJAK RINDU

Rindu bersayap kelelawar
liar dan tajam ketika memangsa
Dibunting malam tanpa rekayasa
serta balada laron hinggap memanja

O, Tuhan
Akulah pemuda berpacar remang
hingga rindu memadu ubun-ubun langit
tanpa kelelawar
karena rindu adalah kelelawar

Cakar-cakar kesakitan menahan
berontak pisau kata berupa jelma
umpama senjata
dalam rindu tersembunyi cabik
didalam diri

O, Tuhan
Belum berparas nasib buta
karena wanita terpejam wajah gembira
Sedang, dalam mimpi tidurku
adalah sorga
sebab kelelawar bersangkar rindu
terbang diujung jari

Lelaki garang bertekuk lutut
meletak hormat
diatas tanah berkafan abu
Tangan-tangan tengadah harap
rindu berarwah
datang seribu kembar tak sama

O, Tuhan
Pengantinku bergaun biru
kelelawar tewas rindu berpadu
Diatas kota beribu tugu emas
rindu menjelma sabar menunggu




Aby Santika II

Yogyakarta
18 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar