Mencumbu kulit trotoar sekitar
Jalan pentas megah pengamen jalanan
Sehabis shubuh irama memanja telinga
Berjalan diatas khayal wanita malam yang tertinggal
Jalan pentas megah pengamen jalanan
Sehabis shubuh irama memanja telinga
Berjalan diatas khayal wanita malam yang tertinggal
Seumpama mutiara kenang dibalik perjuang
Sabarlah dik,
Lelakimu bersenandung kepung telinga
Juga tali pengikat antara kota tua erat rapat
Jika tiba ujungnya,
kelak pinang bukan kenang yang lekang
trotoar lusuh berhias kembang
Orkes jalanan mengiring setiba buta
juga gelap puisi adalah mantera bersesaji nyata
Sabarlah dik,
Lelakimu bersenandung kepung telinga
Juga tali pengikat antara kota tua erat rapat
Jika tiba ujungnya,
kelak pinang bukan kenang yang lekang
trotoar lusuh berhias kembang
Orkes jalanan mengiring setiba buta
juga gelap puisi adalah mantera bersesaji nyata
Aby Santika II
Jogjakarta
18 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar