Duduk dipangkuanku malam lincah berjilbab
ketika ku sampaikan kabar senja sebutir pasir
suci bertaruh telanjang
Bukankah pernah kuluruhkan wanginya diantara
urat-urat penangkal raut
hingga merah berwarna sembunyi
Sampai Isya berbaring dipundak,
tak kutemui salammu yang sempat bersuara
itu
Dik,
Dengarkah ruah bisik yang melirih rembulan?
Bahkan gemetar tungkai mengetuk ronda
yang mengepung tidurmu
Duduklah diantara dua paha berbangku
tak berpunggung,
Sesampai Shubuh menepi sauhnya kedermaga
sunyi fajar
Aby Santika II
Surabaya
13 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar