Berdaun pintu telinga ilalang
Juga kumur kemboja semalam tawa
Sunyi jendela berkabung renda
Dalam kabutkah sajak tertawan
Ketika patahan bait terselip lelap
Roboh pula topangan airmata bertopan
Menyisir tegak rambut-rambut malam
Padahal semenjak Isya tubuhku lelah berpuisi
Tentang bunting rindu, juga pancuran yang sekolam
tangis dihalaman kepalamu
Lantunku memerdu kelana lampu-lampu kota
Yang mulai kuhitung nyawanya sesenja tadi
Diatas cumbu trotoar berpunggung renta
Juga besi-besi bising bermukim
Malamku ,masih berkalimat :
Dada berbadai kembung, untuk kau suapi busung
rindu yang memasung tulang-tulang rusuk
untuk kelak ku sematkan padamu
Aby Santika II
Bandung
05 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar