Seribu riak tawa gedung berlantai kembar
serupa berhala sembah lalu lalang bergilir
Ketika seribu mata beradu pandang jalang
berpura-pura surga berdiri menantang dada
Aku diam membuta kata
Sedahaga seribu matahari keringat tajam
Seribu langkah kaki menapak kepala
Tetap,
Seribu detik tak terlihat seribu senyummu
yang mengguyur terik bernada sumbang
Di seribu nafas sembunyimu menganak tiri
tatkala berpunggung patah arang
Aku tuli mengunci dengar
Pada Tuhan seribu doa bermantera
menafsir langit dan pohon yang tertidur
Terselip di sakumu kah ayat yang tak sempat
ku eja terabasnya ?
Sedekat jelagamu terjaga kapal tiba
Seribu hari, diantara gedung renta
Aku memaku kaki
Aby Santika II
07 OKTOBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar