Kamis, 17 November 2011

SERIBU HARI

Seribu riak tawa gedung berlantai kembar
serupa berhala sembah lalu lalang bergilir
Ketika seribu mata beradu pandang jalang
berpura-pura surga berdiri menantang dada

Aku diam membuta kata
Sedahaga seribu matahari keringat tajam
Seribu langkah kaki menapak kepala
Tetap,
Seribu detik tak terlihat seribu senyummu
yang mengguyur terik bernada sumbang

Di seribu nafas sembunyimu menganak tiri
tatkala berpunggung patah arang
Aku tuli mengunci dengar
Pada Tuhan seribu doa bermantera
menafsir langit dan pohon yang tertidur

Terselip di sakumu kah ayat yang tak sempat
ku eja terabasnya ?
Sedekat jelagamu terjaga kapal tiba

Seribu hari, diantara gedung renta
Aku memaku kaki


Aby Santika II

07 OKTOBER 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar