Sabtu, 19 November 2011

SEMENJAK MALAM

Sejak bulan menterjemah bahasamu,
aku tahu kepingan mozaik tersusun di nasib kesemutan arah

Sedang,
Pergumulanmu nampak meruncing malam
meninggalkan dada usang seteduh sandarmu

Anak-anak tiri melangit janji
serupa rahim ibu membumi kata

Sebatang terikkah ?
Kira airmata mengguyur setumpuk gurun perawan silam

Maaf, setiba rapat sauhmu tak nampak tepi
Sementara pesisir sunyi berangin janggal

Semenjak malam mendendam arak limbung
Aku sadar gontaiku melayar menuju bahasa-bahasa
yang sering kau isyaratkan
dalam diammu




Aby Santika II

Bandung
28 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar