Dinda,
Tubuh itu melempar tuah tersampul
hati tuan sejengkal riwayat biru bersurat
Tuntaskanlah buncit-buncit mengiba
Sejengkal mata cinta bermata rimbun
Tertidurkah pulau-pulau lapuk membujuk
Sebaris usai berkarat sketsa pena
Mungkin,
Kesadaran ibarat bunyi air
Menuntun biduk yang tertahan goyah
Dinda,
Layang-layang mengukir rahim
langit tiri
Selepas kenang, hati kembali
Walau berkas titik mengkerut
cerita singgah Sang perjaka
Kelak, nirwana memangku
dibulatan buah dadamu
Aby Santika II
Bandung
03 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar