Kamis, 29 Desember 2011

JEMPUTLAH RINDU TERSIA-SIA


Bersama-sama remuk melaju disimpang
selendang bergaris muram semudah gerimis
aku selaku mengetuk meluruh diri

Ku temui pula nafsu kehendak
kau perangai dibawah nyiur
Jemputlah rindu menempis pintu

Ah, kita berdua berpandang cahaya
aku dan engkau meresap terisi nikmat memadu
seperti kutilang menyanyi pagi dan menanak embun

Mari nona,
semalam saja berguling tamasya
lupakan dingin selembut angin
menjaga kaca diputih mata lampu

Kelak ketenangan melayang melepas kita
engkau perahu dari airmata melayar
ku izinkan kembali diseratus jarak meningkah pergi

Gemetar dadaku diperkosa anak-anak resah
engkau jadikan aku menghamba termangu
mengembara waktu lahir dikata
 
Antara tahun disambut kekasihku
dilambung dewasa kususul berjumpa
sedari kucari sebelum pergi

O, engkau pembawa hidup nyata
aku melampau kita bersua
berdua merasa diakhir bahagia

Sebab malam memancar terangmu
sampai datang berbatas rela
biarkan aku tersia-sia.


Aby Santika

Bandung,
29 Desember 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar