Bersama-sama remuk melaju disimpang
selendang bergaris muram semudah gerimis
aku selaku mengetuk meluruh diri
Ku temui pula nafsu kehendak
selendang bergaris muram semudah gerimis
aku selaku mengetuk meluruh diri
Ku temui pula nafsu kehendak
kau perangai dibawah nyiur
Jemputlah rindu menempis pintu
Ah, kita berdua berpandang cahaya
aku dan engkau meresap terisi nikmat memadu
seperti kutilang menyanyi pagi dan menanak embun
Mari nona,
semalam saja berguling tamasya
lupakan dingin selembut angin
menjaga kaca diputih mata lampu
Kelak ketenangan melayang melepas kita
engkau perahu dari airmata melayar
ku izinkan kembali diseratus jarak meningkah pergi
Gemetar dadaku diperkosa anak-anak resah
engkau jadikan aku menghamba termangu
Jemputlah rindu menempis pintu
Ah, kita berdua berpandang cahaya
aku dan engkau meresap terisi nikmat memadu
seperti kutilang menyanyi pagi dan menanak embun
Mari nona,
semalam saja berguling tamasya
lupakan dingin selembut angin
menjaga kaca diputih mata lampu
Kelak ketenangan melayang melepas kita
engkau perahu dari airmata melayar
ku izinkan kembali diseratus jarak meningkah pergi
Gemetar dadaku diperkosa anak-anak resah
engkau jadikan aku menghamba termangu
mengembara waktu lahir dikata
Antara tahun disambut kekasihku
dilambung dewasa kususul berjumpa
sedari kucari sebelum pergi
O, engkau pembawa hidup nyata
aku melampau kita bersua
berdua merasa diakhir bahagia
Sebab malam memancar terangmu
sampai datang berbatas rela
biarkan aku tersia-sia.
dilambung dewasa kususul berjumpa
sedari kucari sebelum pergi
O, engkau pembawa hidup nyata
aku melampau kita bersua
berdua merasa diakhir bahagia
Sebab malam memancar terangmu
sampai datang berbatas rela
biarkan aku tersia-sia.
Aby Santika
Bandung,
29 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar