Melambai gadis berpaut malam
selindung jauh sangka bercedera
kandil rupanya gemerlap cempaka
Kaulah konon memeluk perlahan
tumbuh benderang sebelah senja
dan harapan kian menjadi lupa
Di ikat daku selintas hikmat
menuntas musim pelik merindu
menumpu tangan gadis berduyun rayu
Mulai bersisir randu bertudung
daku malu bersua raga
bolehlah seberang waktu menentu
Jika malam merasa rela
bertambah kesal bergenang jiwa
lambai gadis memercik muka
Maka kalaulah boleh kupinta
sedalam hasil menembus perih
Tuhan tiada paras berpaling
daku bernyanyi sunyi sepagi.
selindung jauh sangka bercedera
kandil rupanya gemerlap cempaka
Kaulah konon memeluk perlahan
tumbuh benderang sebelah senja
dan harapan kian menjadi lupa
Di ikat daku selintas hikmat
menuntas musim pelik merindu
menumpu tangan gadis berduyun rayu
Mulai bersisir randu bertudung
daku malu bersua raga
bolehlah seberang waktu menentu
Jika malam merasa rela
bertambah kesal bergenang jiwa
lambai gadis memercik muka
Maka kalaulah boleh kupinta
sedalam hasil menembus perih
Tuhan tiada paras berpaling
daku bernyanyi sunyi sepagi.
Aby Santika II
Bandung,
07 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar