Pulanglah dibuaian tubuhku
kita berdua sepandang percaya
menunggu bulan dikaca piring
semalam saja,
Tiap langkah pertama luka bersorak
karena kukandung pedang disarung betina
selusin hari menutup mata
Pulanglah berdiri sunyi
kepada ruang-ruang yang lapar
sebab bahagia menghitung sisa
usia malam berwasiat sepi
Terlahir menjadi nyawa
sungguh pasi gubahan suara
disinilah aku bermohon badan
Semalam saja mengenang tangis dimuram rawan
pulanglah sejurus ikrar selintas
dimana cinta senantiasa duka
Tidak mengikat tilikan mata
sujud cedera berpaut maut
konon jauh nestapa sangka
Pulanglah tiada bersua
setia selalu peminta lindung
semalam saja lepaskan aku.
kita berdua sepandang percaya
menunggu bulan dikaca piring
semalam saja,
Tiap langkah pertama luka bersorak
karena kukandung pedang disarung betina
selusin hari menutup mata
Pulanglah berdiri sunyi
kepada ruang-ruang yang lapar
sebab bahagia menghitung sisa
usia malam berwasiat sepi
Terlahir menjadi nyawa
sungguh pasi gubahan suara
disinilah aku bermohon badan
Semalam saja mengenang tangis dimuram rawan
pulanglah sejurus ikrar selintas
dimana cinta senantiasa duka
Tidak mengikat tilikan mata
sujud cedera berpaut maut
konon jauh nestapa sangka
Pulanglah tiada bersua
setia selalu peminta lindung
semalam saja lepaskan aku.
Aby Santika
Bandung,
10 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar