Pernahkah kau hitung hidup ini ?
hanya melepas pulang perlahan
layangkan maut peminta daya lekas melindung
Dalam dunia tiada bersua
penuh sujud hati memangku seluruh
tulisan ikhlas luaskan tangis mengalir
Sampai terang hasrat berbatas
restu berdua ajal yang punya
lalu kau kemboja rangkai tersia-sia
O,Tuhanku
Kuingat padamu menjadi turut
lukisan suci ke urat kepala
tempat menampung tabah meminta
Sekali ini hidup sendiri
Ialah, hak langit mempertemu hayat
dengan mengadu sebutir harap kususul mendung dibibir
hanya melepas pulang perlahan
layangkan maut peminta daya lekas melindung
Dalam dunia tiada bersua
penuh sujud hati memangku seluruh
tulisan ikhlas luaskan tangis mengalir
Sampai terang hasrat berbatas
restu berdua ajal yang punya
lalu kau kemboja rangkai tersia-sia
O,Tuhanku
Kuingat padamu menjadi turut
lukisan suci ke urat kepala
tempat menampung tabah meminta
Sekali ini hidup sendiri
Ialah, hak langit mempertemu hayat
dengan mengadu sebutir harap kususul mendung dibibir
O, Tuhanku
Sebelum hidup
Sekedar tertawa
jika melihat tiada bersua
ijinkan menemui wajah didalam sujud
Begitu maut sahaja berpaut
kuharap engkau sembahyangkan badan
membilang rela putuskan diri
Sebelum airmata bergenang tiba
hanyalah harapan gundah memadam
memercik rindu diujung jalan.
Aby Santika
Bandung,
19 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar