Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Jumat, 23 Desember 2011
SENJA DI CICALENGKA
Mengapa kita harus berlari, tuan
didengkul kaki masih bertolak daki
tidak terburu-buru,tidak juga berleha-leha
Tapi waspada Matahari,sepeka becak mencari rumah
Sehati-hati ontel menggayut malam
Menyongsong pulang dari jalan-jalan kosong melompong
Tuan-tuan datang mengupah hidup
menjanji pulang harap perut terangkut
dikotamu engkau hanyut membawa gelisah
Aku dengar jerit orang-orang mematung kaku
terdampar kekalahan sirna dalam trotoar
bangkai-bangkai hidup canang bertalu
Aku lihat musafir memadu senja
suara motor tukang ojek, dengung sumbang penjual asongan
dan bau keringatnya memecut harapan yang enggan mati
Malam lusuh tetap kumal berulang
pulanglah tuan, sesudah udara habis berumur
bagaimanapun cinta akhirnya adalah keberanian jujur
Seusai senja terbenam menampung merah
kaki berdaki menyusuri simpang terpisah keramaian
bukan beratap janji
Meski esok hidup kembali memaksa untuk mencari
diantara kota cinta berserakan untuk kau punguti.
Aby Santika
Bandung,
23 Desember 2011.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar