Jumat, 23 Desember 2011

SENJA DI CICALENGKA


Mengapa kita harus berlari, tuan
didengkul kaki masih bertolak daki
tidak terburu-buru,tidak juga berleha-leha

Tapi waspada Matahari,sepeka becak mencari rumah
Sehati-hati ontel menggayut malam
Menyongsong pulang dari jalan-jalan kosong melompong

Tuan-tuan datang mengupah hidup
menjanji pulang harap perut terangkut
dikotamu engkau hanyut membawa gelisah

Aku dengar jerit orang-orang mematung kaku
terdampar kekalahan sirna dalam trotoar
bangkai-bangkai hidup canang bertalu

Aku lihat musafir memadu senja
suara motor tukang ojek, dengung sumbang penjual asongan
dan bau keringatnya memecut harapan yang enggan mati

Malam lusuh tetap kumal berulang
pulanglah tuan, sesudah udara habis berumur
bagaimanapun cinta akhirnya adalah keberanian jujur

Seusai senja terbenam menampung merah
kaki berdaki menyusuri simpang terpisah keramaian
bukan beratap janji

Meski esok hidup kembali memaksa untuk mencari
diantara kota cinta berserakan untuk kau punguti.



Aby Santika

Bandung,
23 Desember 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar