Bilakah nasib bermandi bunga
dipetik bebas bercerai tubuh
aku menuju hidup bermohon utuh
Walau sering susah sesaat
sebab menurut napsu terkurang
bukan mendekat bijak mamang bisikan hati
Keluh kesah memeluk perlahan
tiada lepaskan menaruh jalan
tentulah kalau sangka meninggi kurungan
Bilakah hidup tumbuh mencium langit
sampaikan harap turut pula dibumi
menutup luka menjadi lupa
Bukan nasib habis merayu simpanan
setimbang tabah membawa penuh
menanti bahagia di dalam akhirat
Sampai kau tangisi menjadi embun
Bahagia bersama mematah senyum
luaskan kasih dipintu lahat menghilang
dipetik bebas bercerai tubuh
aku menuju hidup bermohon utuh
Walau sering susah sesaat
sebab menurut napsu terkurang
bukan mendekat bijak mamang bisikan hati
Keluh kesah memeluk perlahan
tiada lepaskan menaruh jalan
tentulah kalau sangka meninggi kurungan
Bilakah hidup tumbuh mencium langit
sampaikan harap turut pula dibumi
menutup luka menjadi lupa
Bukan nasib habis merayu simpanan
setimbang tabah membawa penuh
menanti bahagia di dalam akhirat
Sampai kau tangisi menjadi embun
Bahagia bersama mematah senyum
luaskan kasih dipintu lahat menghilang
Ratapan kalbu bermuram durja
berkubur azab tinggalah doa
aku bertobat bukan sesaat sebelum berkurang usia.
Aby Santika
Bandung,
25 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar