Jumat, 23 Desember 2011

SAUADARA MATI DI TANAH CENDERAWASIH


Sebelum aku pergi menundung napsu
jika musim beramai-ramai menambal rindu
akhirnya tunggal wangi menunggumu saudara tua

Di tanggul kiri pantang dermakan lapar dan dingin
harapan malam sirnah berdandan lagi
kafilah berbangkai hujan pudar merayap

Lusuh kolewang tumpul enggan menggantung
tergayut-gayut dengkul pergi jembatan mayat
lengking harapan aus pucat jalannya

Bukan buat mati, juga sekarat cari
disatu tubuh mata menjanjikan matahari
lalu malam saudara gelisah terangkut

Menghadap hidup lemah terseret
namun engkau tetap asing bagiku
sepenuhnya memburu mimpi kemerdekaan

Serupa berkejaran mendapat umur
sementara kenikmatan seluruh jasad berlawan dilaras api
saat habis kebutaan cinta

Maka,
Sebelum aku pergi bertandang muram
kurus-kurus malam berteriak selangkah lagi
di tanah Cendrawasih tempat saudara tua mati.



Aby Santika

Bandung,
17 Desember 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar