Selagi bejana sambungkan nyawa
dimana malam sejakkan tanah
terkunang bisikan lagumu
Sering dengungan mendekat alun
berkurang seloka bingkaian syair
dipetik jari senar banyaknya
merdu
Disanalah kita berpijak suka
suara angin antara lawang
makin lama laksana firdaus
Seperti damai bergoncang sukma
selagi malam hantar berparas
layangkan windu waktu tak sampai
Kusangka kau turut selalu
luka jiwaku sampai pembaringan
nyawa sebelum mati bernada
Sebelum jasad menjadi bumi
tembangkan Asmaradana yang
sakti
diatas luka yang ku letak dulu
Meski tiada sembuh berkawan
lantunmu pengantar tidur abadi
dipangkuan tanah bangkai
mewangi
Hingga lupa bertempat pada diri
hidup tersisa irama dibelah
bibirmu
aku bersandar nyawa ditangan
Izrail.
dimana malam sejakkan tanah
terkunang bisikan lagumu
Sering dengungan mendekat alun
berkurang seloka bingkaian syair
dipetik jari senar banyaknya
merdu
Disanalah kita berpijak suka
suara angin antara lawang
makin lama laksana firdaus
Seperti damai bergoncang sukma
selagi malam hantar berparas
layangkan windu waktu tak sampai
Kusangka kau turut selalu
luka jiwaku sampai pembaringan
nyawa sebelum mati bernada
Sebelum jasad menjadi bumi
tembangkan Asmaradana yang
sakti
diatas luka yang ku letak dulu
Meski tiada sembuh berkawan
lantunmu pengantar tidur abadi
dipangkuan tanah bangkai
mewangi
Hingga lupa bertempat pada diri
hidup tersisa irama dibelah
bibirmu
aku bersandar nyawa ditangan
Izrail.
Aby Santika
Bandung,
09 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar