Aku tak tahu ketika senja
berayun
menghitung kota berdiri seluruh
usia
berwasiat kepada seratus juta
burung-burung
Siapakah orang yang menunggu
rebah
dari langit ketika kecil semesta
beranjak menjadi putih
Ditenung larinya rindu engkau
kekasih
hanyut dihati sepenuhnya
bermukim dari bukit-bukit
Siapakah aku, memanggil duka
dibahu kurus
kembang didada sekira perak
bulan merambai
Hati tak berpelukan seperti
jendela
langkah undur menutup muka
mengembung napas tiada benci
Senja tiada kelakar kepada
pepohonan
ku kasihi engkau sebelum hilang
berganti
berayun
menghitung kota berdiri seluruh
usia
berwasiat kepada seratus juta
burung-burung
Siapakah orang yang menunggu
rebah
dari langit ketika kecil semesta
beranjak menjadi putih
Ditenung larinya rindu engkau
kekasih
hanyut dihati sepenuhnya
bermukim dari bukit-bukit
Siapakah aku, memanggil duka
dibahu kurus
kembang didada sekira perak
bulan merambai
Hati tak berpelukan seperti
jendela
langkah undur menutup muka
mengembung napas tiada benci
Senja tiada kelakar kepada
pepohonan
ku kasihi engkau sebelum hilang
berganti
Aby Santika
Cirebon,
04 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar