Aku menghentam segala hati
dari kepakkan tangan merasai
karena perempuanku melaut diri
Dihadapanku jaga berdiri tembok
siapa mengenal cinta membuat birahi
tiada kuruntuhkan jantungku memukul kesal
Ibumu menampung sedu
menyambut seribu bunyi dada berbelah
sebelum aku setubuh dagingmu terbuka satu
Lalu orang ini berbaris lupakan nona
sebab tidak mengenal laut siapa yang datang
dia yang nampak sendiri tidak terbaring
Dan betapa betina lari mengutuk benci
wangi bercinta aku berpangku tidur
di akhir kota aku jadikan melepas kembali
Sungguh telanjang tubuh menuju rela
lantaran penyiksa yang memang dikandung nyata
membawa perempuan berjumpa sengsara
dari kepakkan tangan merasai
karena perempuanku melaut diri
Dihadapanku jaga berdiri tembok
siapa mengenal cinta membuat birahi
tiada kuruntuhkan jantungku memukul kesal
Ibumu menampung sedu
menyambut seribu bunyi dada berbelah
sebelum aku setubuh dagingmu terbuka satu
Lalu orang ini berbaris lupakan nona
sebab tidak mengenal laut siapa yang datang
dia yang nampak sendiri tidak terbaring
Dan betapa betina lari mengutuk benci
wangi bercinta aku berpangku tidur
di akhir kota aku jadikan melepas kembali
Sungguh telanjang tubuh menuju rela
lantaran penyiksa yang memang dikandung nyata
membawa perempuan berjumpa sengsara
Semua dilihat sesal menyusul
sahaja niat membusuk bangkai
biarkan hidup berpaling aku sepuluh kali.
Aby Santika
Bandung,
27 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar